Tutorial Menulis Konten Blog Dengan Kualitas SEO

10.15 Add Comment
Banyak diantara kita yang tidak mengetahui bahkan belum memahami menulis artikel dengan cara SEO Friendly dengan update dari algoritma google yang terbaru saat ini. Banyak cara tentang untuk menulis artikel dengan SEO friendly di internet, tetapi tidak semuanya bisa diaplikasikan dan ada beberapa bahkan yang sudah outdated dengan perkembangan algoritma mesin pencari terkini, utamanya Google. di artikel sebelumnya saya sudah membahas tentang panduan seo. Mari kita pahami cara berikut untuk diterapkan.



Utamakan terlebih dahulu user experience



Poin ini saya masukkan sebagai poin pertama karena saya anggap sebagai elemen paling penting dalam menulis artikel SEO friendly. Dan nantinya, poin-poin lain yang ada ditulisan ini juga banyak berbuhungan dengan user experience atau biasa disebut UX.


Tidak seperti backlink dan konten, user experience sangat susah dimanipulasi karena diluar kontrol kita sebagai pemilik web. Jadi, tidak heran jika inilah salah satu faktor penting yang digunakan Google untuk meminimalisir manipulasi ranking di search engine mereka. Maksud dari user experience di sini adalah aktivitas dan respon user ketika mereka menjelajahi blog kita. Mulai dari berapa lama mereka membaca, respon terhadap artikel yang dibaca, berapa halaman yang mereka buka, bagian-bagian web mana yang mereka klik, dan sebagainya.



Logikanya, semakin lama dan betah mereka di suatu web, maka makin berkualitas isi dari web tersebut. Meski soal ini masih menjadi perdebatan, tapi banyak yang berpendapat bahwa Google bisa melacak hampir seluruh aktivitas browsing kita, meski tanpa menggunakan properti mereka seperti Google analytic, Google toolbar ataupun Google chrome. Temuan dari seorang member Blackhatword bernama John Limbocker yang diulas disini sedikit membuka mata saya soal bagaimana Google menggunakan user experience sebagai salah satu faktor perankingan situs.



Jadi se-expert apapun teknik penulisan artikel SEO Anda, jika tidak memperhatikan user experience maka kemungkinan besar hasilnya tidak akan maksimal.



Apa saja yang masuk ke dalam kategori user experience ? Banyak.



Konten yang berkualitas adalah salah satunya.


Faktor-faktor lain yang mempengaruhi user experience misalnya :




  • Desain Website / Blog yang profesional
  • Navigasi yang mudah
  • Ukuran dan jenis font yang mudah dibaca
  • Meminimalisir kesalahan ejaan (typo)
  • Interaksi yang baik (komentar, diskusi, share, dsb)
  • Kecepatan loading
  • Responsive design
  • dsb.

Inti dari UX adalah, menyajikan konten dan website yang berkualitas dengan menempatkan pembaca sebagai sasaran utamanya.


Gunakan Judul yang Mengundang Klik


kadang ada yang kesulitan dalam membuat judul artikel karena jika dibuat sesuai keyword yang dibidik, akan tampak canggung dan kaku ketika dibaca. Namun jika dibuat menjadi judul yang luwes dan mengundang klik, justru keywordnya yang tidak bisa masuk.



Untuk masalah diatas, saya ada solusi.



Bagi kamu pengguna wordpress, gunakan plugin All in One SEO pack atau sejenisnya yang berfungsi untuk me-rewrite judul artikel. Jadi, Anda punya 2 judul untuk 1 postingan. 1 judul untuk pembaca (user), 1 judul untuk search engine.



Title AIO SEO Pack untuk Search Engine vs Title Artikel untuk pengunjung



Untuk jumlah huruf dalam judul yang dibuat untuk search engine usahakan tidak melebihi 60 huruf, agar tidak terpotong di halaman pencarian. Update terbaru, Google membatasi Title tag di SERP menjadi 600px, untuk jumlah karakter tergantung penggunaan huruf besar dan kecil, spasi, tanda baca dsb. Usahakan juga judul untuk search engine ini tetap enak dibaca karena nantinya pengunjung dari search engine pasti membaca judul dan deskripsi tulisan Anda (snippet) di search engine sebelum masuk ke blog. Jika judul Anda kaku dan tidak enak dibaca maka akan mengurangi CTR di SERP dan Google jadi berfikir, “ini blog di page one tapi kok jarang yang ngeklik, ini pasti tulisannya tidak berkualitas”.



Apakah Anda pernah berfikir sampai kesitu ??



Contoh mudahnya adalah blog-blog AGC (auto generated content).



Kenapa mereka jarang menguasai SERP, apalagi untuk keyword-keyword potensial ? Menurut saya salah satunya dikarenakan judul dan deskripsi di snippet mereka rata-rata berantakan dan tidak mengundang klik. AGC biasanya menang di keyword-keyword long tail yang panjang dan keyword-keyword typo (salah tulis) yang jarang dan hampir tidak ada kompetitornya. Untuk judul yang dibaca user Anda bisa berkreasi sesuka hati. Usahakan yang catchy dan tetap menarik klik.



Gunakan Keyword di Judul Artikel


Ini wajib dilakukan jika Anda ingin lebih mudah bersaing di SERP. Karena judul (title) merupakan elemen pertama yang di crawl Google untuk menentukan topik suatu artikel. Tidak memberi keyword utama di title sama saja dengan menyuruh Google untuk menebak-nebak tema postingan kamu. Peletakan keyword yang paling baik pada title adalah yang diawal kata. Makin ke kiri (ke awal kata) makin baik.



Tapi hal ini bukan suatu keharusan karena menyesuaikan juga dengan keseluruhan title agar tetap enak dibaca dan mengundang klik.



Jangan sampai hanya karena ingin lebih SEO-friendly, judul artikel Anda malah jadi aneh dan susah dibaca.



contoh judul artikel



Fenomena yang sering terjadi di website-website lokal, banyak yang justru mengorbankan user (pembaca) hanya demi mengejar keyword-keyword utama di dalam title postingan.




  • 20 Model Jenis Komputer PC Terbaik Terbaru 2016
  • Model Baju Batik Long Dress Muslim Terbaru 2016 Terbaik!
  • Model dan Desain Baju Batik Sarimbit Modern Terbaru dan Terbaik



Familiar dengan title-title postingan membingungkan seperti diatas ??




Untuk panjang title, usahakan kurang dari 71 karakter. Batasan ini tidak baku karena tergantung dari jumlah pixel yang dipakai tiap karakter.



Gunakan Internal Linking


Internal linking adalah link antar halaman dalam satu blog/website.



Berapa jumlah ideal internal link per post nya ?



Lagi-lagi tidak ada ukuran pasti karena ini juga berhubungan dengan user experience. Jika Anda merasa 10 internal link per post tidak akan menyakiti mata pembaca Anda maka silahkan saja. Jika ada yang bilang internal link tidak boleh melebihi 3-5 link per post maka abaikan saja, pasti yang ngasih saran kurang update ilmu SEOnya. Lihat Wikipedia sebagi contohnya, berapa interlink mereka per halamannya ? Banyak.



Apakah mereka di penalty Google ? No.



Selain bagus untuk user experience, internal linking juga akan memperkuat antara halaman yang satu dengan yang lain dari sisi SEO. Dengan internal link, jika salah satu halaman mendapat sebuah backlink, maka 85% power dari backlink tersebut akan mengalir dan terbagi-bagi ke halaman lain yang mendapat link dari halaman tersebut (biasa disebut dengan linkjuice).



Tulis Artikel Panjang & Dalam


Banyak yang berpendapat semakin panjang artikel maka semakin baik pula peringkatnya di search engine. Pendapat ini bisa benar, bisa juga salah. Lagi-lagi balik ke poin pertama, tergantung dari user experiencenya. Kalau Anda bisa menulis artikel yang panjang dengan tetap mengutamakan user experience maka tentu saja itu lebih bagus. Namun jika Anda bersikeras menulis artikel panjang hanya untuk memenuhi target SEO (dengan isi artikel acak-acakan dan muter-muter) saya rasa cara Anda tersebut tidak akan efektif.



Apa yang saya maksud dengan artikel panjang dan dalam ?



Maksud saya adalah artikel yang tidak hanya panjang (banyak) jumlah kata-katanya, tetapi juga membahas topik secara mendalam (lengkap dan menyeluruh). Dalam bahasa inggris sering disebut dengan istilah in-depth content.




Analisa Backlinko.com terhadap 1 juta pencarian di Google baru-baru ini mendapati bahwasanya rata-rata panjang artikel di halaman 1 SERP adalah 1.890 kata.



External Linking ke Authority Site yang Relevan


Banyak yang salah kaprah soal ini. Karena takut peringkat webnya jatuh jika memberi link keluar maka banyak yang menggunakan link nofollow ketika melakukan external linking.



Pendapat saya, selama external link Anda ke web-web authority yang relevan dengan topik tulisan, maka memberi dofollow link tidak akan memberi efek buruk ke web Anda. Malah sebaliknya, Google akan melihat web Anda sebagai web yang bagus karena selalu mereferensikan web-web yang sudah di percaya.



External link ke web-web yang berkaitan dengan topik bahasan juga membantu pembaca untuk mendapatkan sumber-sumber referensi lain yang akurat.



Tips :




Ketika melakukan external link, gunakan attribut dofollow untuk web-web authority yang relevan dengan topik tulisan, dan gunakan attribut nofollow untuk web-web affiliate (jika Anda merekomendasikan produk/jasa).



Masukkan Latent Semantic Indexing (LSI) Keywords 


Meski tidak sama persis pengertiannya, LSI bisa di bilang hampir sama dengan sinonim atau related keywords (kata-kata / istilah yang masih berhubungan dengan keyword utama). Misal, Anda sedang menulis tips tentang cara menulis artikel yang SEO friendly (seperti tulisan saya ini :D), maka Anda bisa menambahkan istilah-istilah seperti blog, backlink, theme, plugin, template, Google, search engine, tutorial dan istilah-istilah lain yang relevan, tentunya dengan tetap mengutamakan tulisan yang berkualitas dan enak dibaca.



Contoh lagi jika kamu menembak keyword “baju muslim”, maka lebih bagus jika Anda bisa mengikutsertakan kata-kata seperti busana muslim, baju gamis, abaya atau hijab kedalam tulisan Anda. Anda juga bisa menambahkan istilah-istilah yang berhubungan seperti toko online, belanja, fashion, islam dan sebagainya.



Untuk mencari keyword-keyword LSI Anda bisa memakai Google Suggestion/Autocomplete, Google Related Search atau plugin (untuk wordpress) yang memang mempunyai fitur ini, seperti SEOpressor misalnya.



Jangan Mengkhawatirkan Keyword Density


Keyword density adalah intensitas tampilnya keyword dalam satu halaman artikel.



Berapa keyword density yang ideal untuk artikel yang SEO friendly ?



Jika dulu dijaman sebelum Google Panda banyak yang menyarankan di sekitar 3% – 5%, untuk algoritma sekarang ini sebaiknya Anda tidak perlu terlalu memusingkan soal itu. Keyword density mungkin penting, tapi algoritma terbaru Google sudah cukup pintar untuk mendeteksi kualitas dari sebuah artikel. Kamu malah harus berhati-hati jika persentase keyword density terlalu banyak, karena bisa berefek buruk (keyword stuffing).



Lebih fokus ke user experience dan keyword density, maka LSI serta sinonim biasanya akan menyesuaikan dengan sendirinya. Logikanya, jika artikel Anda bagus dan berkualitas, serta membahas topik secara mendalam maka keyword-keyword yang ingin Anda optimasi akan masuk dengan sendirinya melalui tulisan-tulisan Anda.



Kurangi Penggunaan Bold, Italic, Underline


Ini juga salah satu teknik jadul yang kadang disalahgunakan.



Menggunakan tanda bold (garis tebal), italic (garis miring) dan underline (garis bawah) fungsinya untuk membantu search engine mengenali kata-kata yang penting di artikel kita. Tapi dalam prakteknya, banyak yang menggunakannya secara berlebihan dan mengaplikasikannya hanya pada keyword-keyword yang di bidik saja.



Mungkin itu bisa sedikit membantu dari segi penguatan keyword, tapi dari segi user experience, sangat buruk. Tulisan dengan penggunaan Bold, Italic dan Underline yang berlebihan bisa membuat pembaca sakit mata dan cepat-cepat menutup halaman web karena tulisan yang dibaca kelihatan tidak profesional. Gunakan Bold, Italic dan Underline sewajarnya saja. Kalau pun untuk memperkuat keyword, gunakan bold sekali saja. Untuk italic biasanya digunakan pada istilah-istilah asing, sedangkan underline untuk istilah atau catatan yang penting. Anda bisa mengimprovisasi penggunakan fitur ini dengan tetap memperhatikan segi user experience.



Gunakan Elemen h1, h2 & h3


Elemen heading h1, h2 & h3 digunakan untuk menentukan elemen-elemen terpenting pada suatu halaman website. Di theme-theme default wordpress atau template default blogspot elemen h1 biasanya digunakan untuk Judul website (homepage), H2 untuk judul postingan dan h3 untuk elemen-elemen website yang lain seperti related post dan widget di sidebar.



Struktur theme default dengan h1 dihomepage lebih cocok untuk website-website niche khusus (microniche) karena keyword utama memang berada di homepage. Namun theme jenis ini kurang disukai karena tidak dinamis seperti theme-theme premium yang banyak dijual dipasaran. Theme dinamis dengan struktur SEO friendly biasanya mempunyai struktur heading yg sama dengan theme-theme default ketika dihomepage, namun berubah ketika di halaman postingan, dengan menempatkan judul postingannya sebagai h1 (bukan judul homepage).



Ketika Anda menulis artikel untuk keperluan SEO, pastikan h1 Anda adalah judul postingan. Untuk h2, Anda bisa menggunakannya di sub title postingan. Seperti yang saya lakukan di tulisan ini, ke 15 poin yang ada dalam cara menulis artikel seo ini saya tulis dengan menggunakan h2.




note: 

Penggunaan h2, h3 dst bisa lebih dari 1x dalam satu halaman website (pages). Tapi penggunaan h1 sebaiknya hanya 1x saja karena h1 adalah topik utama suatu halaman.

Gunakan URL Pendek dan Mengandung Keyword Utama 



Sedikit berbeda dengan Judul artikel, permalink yang bagus bukan yang kaya variasi keyword, tapi yang mudah dideteksi oleh search engine apa yang menjadi topik utama artikel tersebut.


Contoh :

Judul : 15 Cara Ampuh menulis artikel SEO friendly yang Belum Anda Tahu!
Permalink asli : /15-cara-ampuh-menulis-artikel-seo-friendly-yang-belum-anda-tahu.html
Permalink yang bagus untuk SEO : /cara-menulis-artikel-seo-friendly.html



Judul :

Tips dan Cara Pembuatan Tahu Goreng Yang Enak Sekali
Permalink asli : /tips-dan-cara-pembuatan-tahu-goreng-yang-enak-sekali
Permalink yang bagus untuk SEO : /cara-membuat-tahu-goreng



Disini banyak yang melakukan sebaliknya. Menggunakan url panjang-panjang dengan harapan lebih banyak keyword yang masuk. Dengan url panjang, mungkin lebih banyak keyword yang masuk, tapi keyword utama akan lebih susah bersaing. Meski saya tidak pernah 100% percaya dengan omongan engineer Google yang satu ini, tapi kali ini saya setuju. Entah ada hubungannya atau tidak, permalink default di blogspot (milik Google) jika tidak di custom juga akan otomatis memotong permalink yang terlalu panjang.



Optimasi Meta Deskripsi


Menggunakan keyword utama dikalimat pertama agar lebih SEO friendly biasanya membuat postingan jadi agak kaku. Untuk mengakalinya, Anda bisa menempatkan keyword Anda di meta deskripsi (untuk pengguna wp bisa menggunakan plugin AIO SEO Pack, SEO by Yoast atau Platinum SEO Pack). Meta deskripsi inilah yang nantinya menjadi snippet di search engine.



Dengan menaruh keyword di meta deskripsi, Anda bisa lebih leluasa dan luwes dalam menulis artikel untuk user terutama di kalimat dan paragraf pertama. Perlu diperhatikan bahwa meski meta deskripsi ini hanya dilihat search engine ketika mengunjungi blog Anda, meta deskripsi ini juga dilihat user ketika googling di search engine, jadi pastikan kalimat yang ada di meta deskripsi ini tetap menarik dan mengundang klik, bukan hanya sekedar di jejali dengan keyword-keyword dan LSI nya. Sekali lagi, ini berhubungan dengan user experience utamanya CTR Anda di SERP.



Google membatasi penggunaan meta deskripsi sekitar 160 karakter, jadi olah sebaik mungkin meta deskripsi Anda dalam batasan jumlah karakter ini karena jika melebihi maka deskripsi Anda akan terpotong.



Tips:

Untuk mengundang klik dan memperbesar CTR di SERP, Anda bisa membuat meta deskripsi yang membuat orang penasaran.



Contohnya artikel ini, jika saya membuat deskripsi seperti ini bagaimana kira-kira reaksi Anda: “Dari ke 15 Cara Ampuh Menulis Artikel SEO Friendly ini ada salah satu cara yang paling ampuh dan pastinya belum pernah Anda baca dimanapun, yaitu ….”. Beri tanda titik-titik dibelakang deskripsi agar calon visitor semakin tergoda untuk mengeklik dan mengunjungi artikel kita.



Masukkan Attribut Alt di Image (Gambar)



Google tidak bisa membaca file gambar (image), maka disini penggunakan attribut alt diperlukan sebagai pengganti untuk menjelaskan isi file image ke robot yang melakukan crawling di halaman tersebut. Perlu digarisbawahi disini, yang dibaca oleh Google adalah attribut alt, bukan title maupun nama file image.



Seringnya, attribut alt (Alternative text) ini disini diisi dengan keyword utama.



Jika gambar Anda cuma 1 – 2 file dalam 1 artikel tentu tidak masalah, tapi jika file gambar Anda cukup banyak sebaiknya Anda memvariasikannya dengan keyword-keyword longtail dan LSI. Juga tambahkan kata-kata seperti gambar, images, pic of atau foto di depan keyword agar lebih natural dan tidak keyword stuffing.



Untuk website-website komersil dengan intensitas posting yang sering, Anda bisa menggunakan plugin-plugin khusus untuk optimasi gambar seperti SEO Friendly Images. Untuk web-web personal dengan intensitas posting yang jarang, sebaiknya gunakan cara manual karena lebih fleksibel.



Tips:

Jika Anda menggunakan image dari Google, jangan lupa untuk merubah title file (biasanya berekstensi .jpg, .png atau .jpeg) agar file gambar Anda tidak duplikat dengan gambar yang Anda download tersebut. Jika perlu, Anda juga bisa mengganti meta-data (biasanya memakai software) dan melakukan sedikit cropping image agar file gambar tersebut benar benar “baru dan unik” dimata Google.



Tips 2:

Resolusi dan ukuran gambar yang lebih besar biasanya mempunyai performa yang lebih bagus di search engine. Usahakan untuk minimal menggunakan gambar dengan ukuran 400px x 600px. Jangan lupa melakukan kompresi file jika dirasa terlalu memberatkan loading web.

Pengunaan Media ke dalam Artikel (Images, Video, Infographics, dll)



Semakin kaya informasi yang Anda sajikan, semakin besar kemungkinan Google mendeteksi artikel Anda sebagai artikel yang berkualitas. Jika memungkinkan, gunakan media-media untuk memperkaya isi tulisan seperti gambar, video, tabel, chart, infographics maupun maps.


Dari user experience pun hasilnya tentu bagus karena pembaca dimanjakan dengan tulisan yang kaya informasi dan kaya visualisasi.



Gunakan Variasi Keyword


Poin terakhir dalam tata cara menulis artikel SEO friendly adalah variasi keyword. Sedikit berbeda dengan keyword density dan LSI,  yang saya maksud dengan variasi keyword disini adalah penggunaan keyword utama secara sepenggal-sepenggal di sekitar artikel.



Contoh :



Keyword : cara membuat blog gratis



“Kali ini kita akan membahas tentang cara membuat blog gratis. Bagi anda yang ingin eksis di internet tapi belum mempunyai modal untuk beli domain dan hosting, maka blog gratis bisa menjadi salah satu solusi. Anda bisa membuat blog gratis di blogger, wordpress, tumblr, dan sebagainya. Cara membuat blog sangatlah mudah, jika Anda mengikuti step by step yang saya sajikan dibawah ini, saya yakin dalam beberapa jam Anda sudah bisa membuat blog anda sendiri..”



Tentu saja anda tidak bisa mengaplikasikan model kalimat diatas dalam satu paragraf saja karena akan menjadi keyword stuffing. Sebar ke dalam beberapa paragraf dan artikel anda akan menjadi lebih SEO friendly dengan variasi keyword yang natural. Semoga Anda bisa mengerti poin yang ingin saya sampaikan disini.



Kesimpulan


Menulis artikel yang SEO friendly untuk menarik perhatian mesin pencari itu bagus, karena bisa meningkatkan trafik pengunjung ke blog kamu. Tapi jangan menggunakan teknik-teknik optimasi on-page artikel kamu hanya semata-mata untuk SEO.



Sekarang ini algoritma mesin pencari sudah semakin pintar, apalagi si raksasa Google dengan berbagai hewan peliharaannya mulai dari Panda, Penguin sampai Hummingbird.



Tulislah artikel yang memberikan value (berguna), mengutamakan user experience dan diimbangi dengan elemen-elemen on-page SEO seperti yang saya sebutkan diatas, kemudian disertai dengan polesan backlink untuk optimasi off-page, maka kemungkinan besar tulisan Anda bisa segera bersaing di SERP.



Saya tidak akan naif, sebagus apapun artikel Anda jika tidak disertai optimasi off-page maka tidak akan bisa maksimal di SERP, apalagi jika Anda berada di niche yang membosankan dan susah untuk menarik link bait maupun viral share (contoh: asuransi, lowongan kerja, perpajakan, dll).



Pengin tau alasannya..? Simak analisa SEO saya disini.



Orang bilang “content is the king”, tapi bagi saya umpama pemilu maka backlink dan user experience adalah orang-orang yang memberi suara agar suatu content bisa diangkat menjadi kandidat raja :D

Baru kemudian setelah di page one giliran Google yang menentukan apakah suatu konten layak dijadikan raja atau harus dieliminasi, disuruh pulang dan disuruh berbenah lagi

Belajar Tentang Search Engine Optimization (SEO)

10.15 Add Comment
Image result for Konten Blog Dengan Kualitas SEO

Pengertian dari SEO sendiri yaitu proses yang dilakukan dengan cara sistematis dengan tujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik untuk visitor melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma dari search engine google, yahoo, bing dan lainnya.SEO sangat bisa memusingkan untuk para pemula, jadi saya dirasa perlu untuk membuat panduan yang bisa menuntun teman-teman blogger pemula untuk melakukan SEO secara bertahap. Diharapkan anda bisa belajar SEO dengan lebih mudah jika anda melakukan tahap demi tahap dari tutorial SEO ini. Greyhat SEO merupakan perpaduan kedua teknik sebelumnya untuk meningkatkan peringkat website. SEO adalah singkatan dari "Search Engine Optimization" atau Optimisasi Mesin Pencari. SEO pertama kali digunakan pada 26 Juli 1997 oleh sebuah pesan SPAM yang di posting di Usenet.

Bermacam-macam cara atau teknik SEO yang dapat dilakukan, dari Teknik Optimisasi OnPage atau Offpage, serta analisa website lawan dan website yang akan di Optimisasikan. Pada kesempatan selanjutnya saya akan posting mengenai Pengertian SEO On Page dan Off Page. Teknik SEO bukan ilmu yang bisa kita dapatkan di jenjang pendidikan formal. Teknik SEO harus dipelajari secara otodidak (dipraktekan) dan berkelanjutan (update teknik terbaru), dan perubahan yang terjadi di profesi SEO sesuai dengan aturan-aturan terbaru yang ditetapkan oleh Google (Google Panda Algorithm, Google Penguin Algorithm, Google Hummingbird Algorithm, dll). Banyak website yang memberikan informasi terbaru mengenai teknik terkini mengenai SEO. Lebih disarankan bagi Junior SEO untuk mengikuti perkembangan SEO yang pasti dari Blog Google atau dari Blog SEO ternama, dikarenakan Google melakukan minor update algorithma sekitar 500 kali setahun dan 3-4 kali untuk major updates.

CARA KERJA SEARCH ENGINE

Sebelum memulai ada baiknya anda mengetahui apa itu SEO. SEO adalah sebuah singkatan dari SEARCH ENGINE OPTIMIZATION atau OPTIMASI MESIN PENCARI. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa SEO adalah segala upaya yang dilakukan untuk membuat halaman web kita menjadi ranking di mesin pencari yang dikehendaki.

Tujuan dari melakukan SEO tentu saja untuk mendapatkan trafik dari mesin pencari itu sendiri. Kenapa orang mencari trafik? Alasan pada umumnya adalah trafik itu mempunyai nilai komersil, atau potensi bisnis. Jadi orang menghabiskan waktunya belajar SEO sebagian besar dikarenakan oleh alasan ekonomi, yaitu mencari income dari websitenya.

Masalah terbesar dari orang-orang yang belajar SEO adalah mau cepat jadi master tapi tidak mau melalui prosesnya. Jika anda mempunyai cara pandang seperti itu, maka ada baiknya anda membuangnya, karena cara pandang seperti itu justru akan membuat anda berputar-putar di tempat. Anda harus mau melalui proses di dalam belajar SEO dengan benar, jika anda mau berhasil. Luangkan waktu 1 sampai 2 bulan ke depan untuk melakukan setiap tahap dengan benar.

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah memahami cara kerja dari mesin pencari. Mereka yang tidak paham dengan cara kerja mesin pencari akan cenderung berpikir optimasi SEO yang dilakukannya tidak berhasil, dan mereka berhenti di tengah jalan. Jadi di sini saya merekomendasikan anda membaca artikel di bawah ini.
Hal Penting Dalam Usaha Optimasi SEO

Terakhir; dalam usaha anda memahami SEO dan cara kerja search engine; anda harus berkenalan dengan 3 algoritma Google yang paling sering menjadi topik di dunia SEO. Anda perlu mengetahui ini agar anda tidak melanggar batas-batas yang bisa mendatangkan penalty di dalam optimasi SEO anda nantinya.

Membuat Blog Dengan Satu Niche atau Banyak Niche

Niche atau topik adalah sesuatu yang perlu anda perhatikan saat anda belajar SEO untuk membuat website atau blog. Niche adalah market atau pasar tertentu. Sebagai contoh; otomotif dan kuliner adalah niche yang berbeda. Di dalam satu Niche seperti otomotif pun ada niche-niche yang lebih spesifik lagi, seperti mobil, motor, balap, dll

Setiap niche mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda, dan market yang berbeda pula. Ada banyak hal yang perlu anda perhatikan jika anda mau membuat sebuah website dengan banyak niche, dan oleh karena itu saya mengajak anda membaca artikel di bawah ini.

Melakukan Riset Keyword

Setelah anda belajar apa itu SEO dan cara kerja Search Engine; anda juga sudah belajar batasan algoritma yang harus anda perhatikan, maka langkah selanjutnya adalah mengenal istilah kata kunci. Kata kunci adalah sesuatu yang diketikkan oleh pengguna Google saat mencari sesuatu.

Sebagai contoh website yang menjual kamera ingin menguasai kata kunci: JUAL ONLINE KAMERA, dan masih banyak lagi variasi kata kunci lainnya. Satu hal yang menjadi masalah adalah tidak semua kata kunci itu mempunyai jumlah pencarian yang besar, jadi anda harus menentukan kata kunci apa yang menjadi target utama dari optimasi SEO anda.

2 hal yang cukup umum berlaku di kata kunci adalah:
  1. Semakin pendek, maka semakin keras pula persaingannya
  2. Keras persaingan tidak menentukan nilai komersil kata kunci. Jadi berusahalah mencari kata kunci komersil yang belum dilirik banyak orang (persaingan rendah)

OPTIMASI SEO ONPAGE

Setelah anda mengetahui apa itu kata kunci, dan kata kunci apa yang anda inginkan, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara menggunakan kata kunci tersebut di dalam website anda. Jika anda salah dalam meletakkannya, maka bisa jadi anda harus bekerja lebih keras untuk memenangkan kata kunci tersebut.

Silahkan anda belajar teknik SEO onpage di bawah ini. Mungkin anda memerlukan sedikit pengetahuan HTML untuk melakukannya. Jika anda mempunyai masalah dalam melakukan editing, anda bisa masuk ke forum-forum blogger di facebook dan bertanya, atau bahkan meminta bantuan editan.

Mencari Backlink Dengan Kualitas Terbaik

Setelah anda membenahi halaman website anda, maka langkah selanjutnya adalah menambah reputasi online anda di internet. Anda bisa menambah otoritas dari domain atau halaman web anda dengan menambahkan backlink yang merujuk halaman web anda.

Backlink adalah tautan atau link di halaman website lain, yang jika diklik akan membuka halaman dari website dioptimasi. Semakin banyak backlink yang diperoleh, maka akan semakin banyak sumber poin yang diperlukan untuk mendapatkan ranking.

Ini adalah proses tersulit saat anda belajar SEO, karena ini memerlukan begitu banyak varian teknik,d an juga bisa sangat memakan waktu. Saya sangat merekomendasikan anda belajar cara mendapatkan backlink dari artikel di bawah ini.

Gunakan Tools Gratis Untuk Meningkatkan SEO

Tentunya anda memerlukan tools untuk membantu anda mendapatkan data-data yang penting saat melakukan optimasi SEO. Saya memberikan tools yang gratis saja, karena kebanyakan blogger tidak mau mengeluarkan biaya mahal jika mereka tidak yakin bagaimana cara menggunakannya, dan apakah itu benar-benar ada gunanya.


Jadi silahkan membaca artikel di bawah ini dengan seksama, agar anda mengetahui cara menggunakan tools ini dengan benar.


Manfaat SEO untuk Blog/Website

Teknik SEO sebenarnya banyak memberikan dampak positif bagi para pemilik website atau blog. Dampaknya sendiri tergantung dari tujuan website itu sendiri, seperti contohnya website affiliate ditambah dengan teknik SEO maka akan meningkatkan penjualan produk affiliate. Adapula website jualan online dipadukan dengan SEO maka pengunjung meningkat, sama dengan penjualan akan semakin meningkat, dan konsumen akan terus kembali ke website anda (Sistem Kepercayaan). Lainnya anda dapat melihat website berita atau informasi tips, trik, tutorial bila ditambah dengan SEO maka pengunjung website akan lebih tertarget dan website semakin meningkat aktifitas pengunjungnya.

Berikut manfaat lainnya bila SEO digabung dengan website atau blog:
  1. Website menjadi ramai dengan pengunjung tertarget kata kunci
  2. Pelanggan terus berdatangan ke website
  3. Secara tidak langsung meningkatkan pendapatan anda sebagai publisher
  4. Cache penulusuran di Search Engine menjadi yang paling utama
  5. Bisnis di dalam website menjadi berkembang
  6. Penjualan produk akan semakin meningkat
  7. Adanya timbal balik ke website affiliate produk
  8. dan lainnya
Sebenarnya ada banyak sekali hal yang didapat bila anda mengembangkan website atau blog ditambah dengan Teknik SEO. Bila sepenggal artikel Pengertian SEO masih terasa kurang, berikut ini link referensi Pengertian SEO.
Referensi Pengertian SEO
  1. Moz.com/Blog
  2. Searchenginejournal.com
  3. Blog.kissmetrics.com
  4. Searchengineland.com
  5. Agateseo.com
  6. Id.wikipedia.org
  7. SEOGereggi.com
  8. dan lain-lain
Sampai sekarang pun perkembangan algoritma Search Engine Google terus di update membuat nilai relevan dan kenyamanan pengguna ditingkatkan. Hal ini yang membuat para pemilik website yang menggunakan teknik SEO yang berbahaya akan segera tersingkir dengan sendirinya. Maka dari itu muncul berbagai teknik baru yang pastinya akan lebih mementingkan kualitas on page dan off page website. Adapun update dan hal baru membuat pemilik website kebingungan menjalankan teknik SEO yang membuat waktu terbuang karena mencoba berbagai teknik yang menyulitkan.

Sebenarnya Anda dapat menggunakan berbagai Jasa SEO Terpercaya yang tersebar di Google. Hal tersebut akan mempermudah Anda untuk memastikan waktu dan biaya yang digunakan selaras dengan hasil dari jasa seo yang digunakan. Sekian informasi mengenai Pengertian dari SEO atau Search Engine Optimization. Semoga artikel ini dapat membuat anda mengerti sedikit demi sedikit mengenai apa itu SEO.

Berikut adalah beberapa jenis-jenis dari Mesin Pencari Berbasis Google:
  1. AOL Search
  2. CompuServe Search
  3. MySpace Search
  4. Mahalo.com
  5. Netscape
  6. Ripple

Berikut adalah beberapa jenis-jenis dari Mesin Pencari Berbasis Yahoo:
  1. AltaVista
  2. AlltheWeb
  3. GoodSearch
  4. Rectifi

7 Tips Menulis Artikel Blog Yang Disukai Pembaca

10.14 Add Comment


Anda seorang blogger dan memiliki masalah terkait kunjungan pembaca yang tidak kunjung naik? Mungkin setahun atau dua tahun lalu, Anda membuat blog dan hingga saat ini tidak mengalami peningkatan pembaca dengan signifikan? Tentu semua orang ingin sekali memiliki blog yang dikunjungi oleh banyak orang. Apalagi, jika kita menargetkan blog atau situs itu untuk kepentingan bisnis. Apalah artinya blog itu jika sepi pengunjung?

Anda tidak perlu khawatir karena dulu saya pun merasakan hal yang sama. Sampai akhirnya setelah malang melintang di dunia blogging, ada sebuah kredo yang tidak pernah habis dimakan zaman: dalam blog, content adalah raja. Ya, ternyata yang menentukan banyak tidaknya pengunjung adalah bagaimana kita menyajikan isi yang menarik dan memang dibutuhkan orang. Berikut adalah 10 tips dari saya bagaimana membuat artikel di blog yang disukai pembaca.


1. Keep it Short. Perbedaan antara menulis blog dan media cetak adalah bahwa blog tentu dibaca di layar elektronik yang secara relatif melelahkan mata. Buatlah sebuah artikel yang sederhana dan pendek saja, maksimal 500-600 kata. Pembaca di blog lebih suka tulisan yang to the point dan bisa habis sekali baca.

2. Keep it Simple. Sebuah blog bisa menjadi sebuah media untuk menunjukkan expertise Anda. Namun sekali lagi, pengunjung yang datang ke blog Anda belum tentu sama expert nya dengan Anda. Jadi, tetaplah buat tulisan yang sederhana dan mudah dipahami. Buatlah yang rumit bisa dijelaskan dengan sederhana. Bukan justru menjelaskan hal sederhana dengan jalan yang rumit.

3. Koreksi Kesalahan. Dalam beberapa tulisan saya sebelumnya, saya menyarankan bagi Anda yang ingin memulai blogging, maka tulislah apa yang ada di pikiran Anda dan biarkan mengalir. Hanya seringkali blogger lupa untuk melakukan cek terakhir sebelum tulisan dipublikasi. Koreksi kesalahan sebaiknya setelah tulisan jadi, bukan saat kita sedang menulis karena itu bisa sangat mengganggu.

4. Hindari bahasa SMS. Bahasa SMS atau bahasa chat yang dimaksud adalah bahasa yang disingkat-singkat. Ini biasa terjadi jika kita menggunakan mobile blogging, yaitu ngeblog dengan ponsel. Tapi ternyata sering juga saya jumpai yang menggunakan komputer dengan hal yang sama. Tlg jgn skli” mnulis sprti ini dlm blogging. 4p4lag1 sep3rt1 1Ni.


5. Tulis tentang Passion. Saya pernah bertemu dengan seorang yang mengatakan bahwa yang paling penting bukanlah mencintai topik, namun mencintai aktivitas menulisnya. Tetapi bagi saya, menulis itu luas. Menuliskan apa yang kita cintai justru akan mampu mendongkrak semangat dan produktivitas menulis kita.

6. Menulis secara berkala. Saya kasih sebuah bocoran rahasia tentang menulis di blog yang membedakan dari yang lain: konsistensi. Tulisan yang diinginkan pembaca sebenarnya sederhana, jika mereka sudah suka maka mereka akan sangat menantikan tulisan berikutnya. Maka menulislah dengan konsisten.

7. Minta pendapat. Adalah salah satu cara yang biasa saya lakukan ketika awal menulis blog. Ternyata masukan dari berbagai macam pembaca membuat saya semakin tahu bagaimana cara menulis yang memang benar-benar mereka inginkan.

Yap, itulah 8 tips menulis artikel blog yang disukai pembaca. 8 tips inilah kemudian yang membawa awal pertama kali blog saya dikunjungi lebih dari 300 orang per hari dalam waktu beberapa hari setelah dibuat.

10 Cara Membuat Artikel yang Disukai Google

10.14 Add Comment


Nah langsung saja di sini saya ingin berbagi kepada sobat yang mungkin bertanya-tanya, “seperti apa sih artikel yang disukai google?”Di bawah ini adalah daftar hal-hal yang bisa sobat lakukan untuk membuat artikel di blog sobat lebih diskuai google atau SEO friendly dan mendapatkan peringkat yang bagus. Silakan disimak..

1. Letakan keyword pada judul artikel

Hal paling dasar yang saya rasa kebanyakan dari sobat sudah mengetahuinya, yaitu dengan meletakan keyword pada judul artikel. Usahakan untuk meletakan keyword pada bagian depan atau kata pertama pada judul.

2. Letakan keyword pada URL

Salah satu yang juga tidak kalah penting adalah dengan meletakan keyword pada URL. Untuk hal ini sobat tidak perlu terlalu pusing karena kebanyakan platform blog, URL artikel akan menyesuaikan dengan judul artikel secara otomatis.

3. Letakan keyword pada meta description

Mungkin untuk hal ini tidak akan berpengaruh banyak tapi meletakan keyword pada meta description dapat membantu meningkatkan CTR atau rasio klik-tayang blog sobat pada mesin pencari.

4. Letakan keyword pada 100 kata pertama dalam artikel

Jumlah kata kunci atau keyword density menurut saya tidak begitu penting, yang paling penting adalah keyword harus muncul setidaknya pada 100 kata pertama dalam artikel. Semakin awal semakin bagus.

5. Artikel lebih panjang lebih bagus

Panjang artikel sebaiknya mencapai 600 kata atau lebih banyak. Google menyukai artikel yang panjang dan diulas secara mendetail.

6. Pasang gambar yang relavan

Apapun topik artikel yang sobat bahas sebisa mungkin untuk memasang gambar yang relavan. Satu gambar saja cukup, tapi lebih dari satu lebih bagus.Hal paling penting yang tidak boleh dilupakan saat memasang gambar adalah memasang ALT Atribut.

7. Pasang video yang relavan

Bukan sebuah keharusan, tapi jika memungkinkan pasang juga video yang relavan pada artikel blog sobat agar dapat memberikan nilai tambah.

8. Gunakan bullet point atau tabel

Jika artikel sobat menampilkan daftar sesuatu maka lebih baik untuk menggunakan bullet point atau tabel ketimbang menggunakan text biasa atau gambar.

9. Pasang internal link

Memasang link ke artikel lain yang relavan di blog kita merupakan hal yang cukup penting karena dapat membantu mesin pencari dan juga pembaca menjelajahi isi blog kita.

10. Jangan lupa external link

Banyak yang berpendapat memasang link keluar hanya akan mengurangi kualitas artikel, padahal kenyatannya adalah sebaliknya. Memasang link keluar dapat memberi nilai tambah artikel di blog sobat, asal… :

  • Memasang link keluar yang relavan
  • Menggunakan atribut nofollow
  • Jangan menggunakan keyword target sebagai anchor text
  • Memasang link ke blog/situs otoritas (contoh: Wikipedia)
  • Disukai Google itu bagus, tapi disukai oleh pembaca adalah nomor satu


Kebanyakan blogger yang berusaha membuat artikel agar disukai oleh google melupakan tujuan utama kenapa mereka membuat artikel.

Jadi disini saya ingin mengingatkan kepada sobat bahwa disukai oleh google itu bagus, tapi yang paling utama adalah artikel sobat disukai oleh pembaca.Tulislah artikel yang benar-benar pembaca sobat butuhkan.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *